Center for Integrative Zoology

Sekilas tentang aplikasi Whatsapp

  News, Tech | Pub: Oct 8, 2015 , 3:53 pm Mod: Oct 8, 2015 , 3:53 pm | Written by admin |  1,424 times
Advertisement

Aplikasi Whatsapp ( Image via Shutterstock )Aplikasi Whatsapp ( Image via Shutterstock )

UIN-SUKA.net – Siapa yang belum pernah mendengar salah satu aplikasi messenger/ chatting/ berkirim pesan yang satu ini, WHATSAPP. Sampai saat ini, jumlah unduhan aplikasi Whatsapp yang tercatat di PlayStore berada disekitaran 1 – 5 milliar unduhan. Apabila dibandingan dengan jumlah penduduk dunia saat ini yang berada disekiraan 7 milliar penduduk, nampak mayoritas penduduk dunia telah menggunakan aplikasi ini.

Hal tersebut tidak dipungkiri karena Aplikasi Whatsapp telah mendukung dan disediakan dalam berbagai bahasa, seperti bahasa Indonesia, Vietnam, turki, Rumania, portugis, belanda, spanyol, inggris, jerman, melayu, perancis dan bahasa-bahasa yang lain.

Lalu seperti apa sebenarnya aplikasi ini? Whatsapp merupakan aplikasi berkirim pesan, namun selain fitur tersebut aplikasi ini juga mendukung untuk melakukan panggilan telepon, berkirim gambar, video, audio tanpa batas dan ukuran. Whatsapp juga mendukung fitur grup yang dimungkinkan untuk melakukan obrolan dengan anggota grup tersebut. Aplikasi Whatsapp menggunakan koneksi internet (paket data internet) untuk bertukar pesan, alias tanpa dibebani dengan biaya SMS.

Aplikasi Whatsapp dapat bekerja di lintas platform, seperti Symbian, Nokia, iOS, Android, Blackberry, dan Windows Phone. Whatsapp didirikan pada 2009 oleh Brian Acton dan Jan Koum, mantan karyawan Yahoo. Inc. Aplikasi ini pada awalnya hanya digunakan untuk update status, kemudian berkembang menjadi aplikasi pesan instan. Salah satu keunikan dari aplikasi Whatsapp adalah penggunaan nomor ponsel sebagai mekanisme untuk melakukan log-in. sedangkan penamaan aplikasi ini berasal dari kata “What’s up”, sapaan menanyakan kabar.

“Orang-orang perlu membedakan kami dari perusahaan seperti Yahoo! dan Facebook yang mengumpulkan data dan memilikinya duduk di server mereka”, Jan Koum, via Wired.